Cintailah Anak Anda Dengan Cinta Tanpa Syarat


Cintailah Anak Anda Dengan Cinta Tanpa Syarat

Ada lagu yang luar biasa ciptaan SM Mochtar berjudul "Kasih Ibu" yang liriknya sebagai berikut :

kasih Ibu kepada beta
tak terhingga sepanjang masa
hanya memberi tak harap kembali
bagai sang surya menyinari dunia.

Dalam arti harfiah yang sebenar-benarnya, mendidik anak itu adalah seperti lagu diatas, memberikan Cinta Tanpa Syarat !

Sekarang marilah kita mengingat masa lalu kita, mari kita ingat-ingat pada moment saat Anda pertama kali mendapatkan anugerah seorang bayi mungil dari Tuhan. Perasaan apa yang muncul pada saat Anda melihat, mendengar dan menyentuh bayi Anda? Senang, Bahagia? Tentu saja!

Bagaimana reaksi anda pada saat bayi itu menangis, lapar, minta ASI/susu?

Saya yakin anda akan memeluknya, dan menggendongnya dengan penuh kasih sayang. Menimang-nimang sambil memberinya ASI. Sebagian dari kita mungkin akan menyanyikan lagu yang lembut, sebagian lagi akan membelai-belai rambutnya. Anda akan melayani bayi anda, walaupun pada saat itu sudah tengah malam dan tubuh Anda mungkin dalam keadaan yang sangat lelah.

Dengan rela Anda akan lakukan hal ini secara konsisten sampai bayi anda berumur satu tahun atau lebih. Tidak ada sumpah serapah, atau umpatan-umpatan atau keterpaksaan.

Baca juga : Rumah Anda Berpengaruh Dalam Membentuk Harga Diri Anak Anda

Namun ketika bayi Anda sudah semakin besar dan sudah disebut sebagai anak. Kemudian anak anda menangis, apa yang terjadi? Apakah Anda mulai menyalahkan? Anda mulai membentaknya? Mengapa sikap Anda berubah?

Anda mulai "menuntut" dan memberinya "syarat" : Nak, kau akan mendapatkan senyum ibu apabila kau tidak rewel. Atau Nak, kau akan mendapatkan pujian kalau nilai ulanganmu bagus. Dan seterusnya dan seterusnya.

Sadarkah Anda bahwa anak Anda mengalami kebingungan? Dalam hatinya dia bertanya: "Dulu aku merasa selalu disayang, kenapa tiba-tiba tidak lagi?" Anak akan mulai belajar bahwa untuk mendapatkan pujian dia "harus" melakukan sesuatu terlebih dahulu. Pelan-pelan anak akan mulai bertingkah-laku untuk "menyenangkan" orangtua untuk memenuhi kebutuhannya. Secara bertahap pengertiannya akan bergeser dari "Aku anak yang dicintai orangtuaku" menjadi "Aku dicintai orangtuaku bila aku melakukan ini dan itu".

Secara kodrati setiap jiwa ingin dicintai tanpa syarat. Sama seperti Tuhan mencintai kita dengan tanpa syarat, demikian pula kita sebagai orang tua seharusnya mencintai anak. Karena harga diri anak yang sehat yang nantinya sangat berperan terhadap kesuksesannya hanya bisa dibangun apabila "anak merasa dicintai tanpa syarat".

Perkembangan mental anak akan berjalan dengan baik bila ia merasa dicintai tanpa syarat, selalu perhatikan psikologi anak Anda demi masa depannya.

0 komentar