Mengatasi Kecemasan Anak yang Tidak Menyukai PR Sekolah


anak tidak suka PR sekolah

Kebanyakan anak sekolah kurang suka terhadap pekerjaan rumah (PR) yang dibebankan oleh guru-gurunya di sekolah, tetapi bagaimanapun mereka tetap harus mengerjakannya. Anak-anak yang menunjukkan ketidaksukaannya ketika berhadapan dengan pekerjaan rumah, kadang juga menunjukkan rasa cemas untuk pergi ke sekolah atau menghadapi ulangan di sekolah. Tapi, suka tidak suka, berurusan dengan PR akan selalu terjadi pada anak-anak sekolah, sehingga penting untuk membantu anak-anak dalam mengalahkan rasa takut mereka terhadap PR tersebut.

Dalam bukunya, Overcoming School Anxiety, Diane Peters Mayer memberitahukan tentang bagaimana reaksi orang tua terhadap kecemasan anak mereka terhadap pekerjaan rumah akan memainkan peran penting terhadap anak-anak dalam mengatasinya. Ada teknik dan keterampilan yang penting yang dapat membantu mengelola dan menjinakkan "binatang" pekerjaan rumah dimana setiap anak dapat mempelajarinya.

Overcoming School Anxiety, Diane Peters Mayer

Berikut adalah beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk membantu putra-putri anda yang memiliki masalah dalam menghadapi pekerjaan rumah dari sekolahnya :

Bicaralah dengan anak Anda tentang kecemasannya itu, cari tahu apa yang mengganggunya, dan yakinkan dia bahwa Anda mendukung dan akan menemukan solusi untuk masalahnya bersama-sama dengan mereka.

Sering berkomunikasi dengan guru anak Anda. Tetap up-to-date dengan tugas rumah apa yang harus dikerjakan, dan dengan apa yang terjadi di kelas. Kontrol rasa frustrasi dan emosi Anda jika anak Anda tidak mau mengerjakan pekerjaan rumahnya. Harus tegas namun tetap tenang memberikan pengertian bahwa dia harus menyelesaikan tugas pekerjaan rumah tersebut dan katakan kepadanya bahwa Anda akan bersedia untuk membantu dan mendukung usahanya itu.

Putuskan bersama anak Anda di ruang mana dia akan mengerjakan PR-nya itu. Buatlah nyaman dan khusus. Misalnya, membantu anak Anda melukis atau menghiasi sendiri ruang atau meja PR-nya.

Membuat jadwal mengerjakan PR secara fleksibel dengan anak Anda, berapa banyak waktu yang dia butuhkan untuk menyelesaikannya, kapan dan di mana akan dikerjakannya. Ketika selesai, hadiahi anak Anda dengan pujian yang sesuai, menghabiskan waktu bersama dengan Anda, menonton sebuah acara TV khusus, dan sebagainya.

Baca juga : Dampak Buruk Terjadinya Kekerasan Verbal dan Bullying Pada Anak

Batasi waktu di depan TV dan komputer. Cari program pendidikan, bahan bacaan, proyek kreatif, dan kegiatan yang memperkuat isi PR. Buatlah kegiatan membaca dan belajar menjadi bagian penting yang menyenangkan dan menarik bagi seluruh keluarga. Beberapa langkah mengelola beban pekerjaan rumah

Langkah 1 : putuskan apa yang akan dihadiahkan kepada anak selama lima menit waktu beristirahat ketika mengerjakan PR-nya. Misalnya dengan memberi mereka makanan ringan yang sehat, sebuah cerita, tebak-tebakan atau lainnya, tapi waktu istirahat tidak melebihi lima menit.

Langkah 2 : tentukan berapa lama anak Anda akan mengerjakan PR-nya, sesuaikan dengan usia mereka. Mulailah dengan waktu singkat, misalnya lima menit bekerja dan lima menit istirahat, atau sepuluh menit kerja dan lima menit istirahat, dan secara bertahap memperpanjang waktu bekerja anak untuk memudahkan dan meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan mereka agar lambat-laun mereka tidak merasa cemas lagi.

Langkah 3 : beritahu anak Anda bahwa Anda akan membantunya sehingga mereka merasa tidak lagi tertekan dengan PR-nya dengan cara memecah tumpukan pekerjaan menjadi potongan-potongan kecil dimana ia dapat menanganinya. Dia akan melakukan pekerjaan rumah untuk jangka waktu yang telah ditentukan dan kemudian dia akan bisa beristirahat lima menit dan memilih satu hadiah, kemudian bekerja, istirahat, dan seterusnya sampai PR selesai. Pekerjaan yang telah selesai akan disingkirkan (tidak ada lagi), dan tugas berikutnya diambil (untuk saat itu, yang mengerjakan pekerjaan rumah hanya dia.) Ini diulang sampai semua PR-nya selesai.

Langkah 4 : sekarang, anak Anda bisa menempatkan semua pekerjaan rumahnya di meja. Semoga.

Itulah langkah-langkah yang bisa anda lakukan untuk meringankan dan mengatasi kecemasan anak yang tidak menyukai dan menganggap PR sekolah sebagai beban. Semoga bermanfaat.

0 komentar