Orangtua Baik Memberikan Hadiah, Sedangkan Orangtua Hebat Memberikan Diri Mereka


Orangtua Baik

Banyak orangtua membelikan anaknya hadiah sebagai tanda cinta kasih mereka. Ini sangat bagus untuk sebagian kasus, tapi tidak selalu menghasilkan dampak yang baik. Banyak sekali orangtua yang bekerja amat sangat keras, mengumpulkan banyak harta yang bahkan mungkin sulit untuk dihabiskan dalam beberapa generasi, dengan alasan klasik ingin membuat anak-anaknya berbahagia. "Kalau tidak untuk anak, untuk siapa lagi?" Marilah kita jujur kepada diri sendiri, apakah kita bekerja menghasilkan uang untuk kebahagiaan anak-anak atau ada dorongan dan motivasi lain?

Sebagai orangtua yang baik tentunya kita ingin memberikan hadiah pada anak-anak kita pada saat ulang tahun atau naik kelas, atau sekedar memperlihatkan perhatian kita kepada mereka. Tapi orangtua yang hebat memberikan sesuatu yang tidak dapat dibeli oleh materi berapapun harganya, yaitu diri mereka sendiri, cerita, pengalaman, kesuksesan, air mata, dan waktu mereka.

Orangtua yang hebat juga memberikan materi kepada anak-anaknya tetapi tidak merangsang mereka menjadi materialistis, karena mereka tahu konsumerisme menghancurkan stabilitas emosi, dan merupakan kesenangan sesaat semata. Dengan memberikan diri mereka, maka anak-anak akan mengenang sepanjang masa hidupnya. Dan ini akan menjadi ikatan yang sangat kokoh yang tidak mungkin dirobohkan oleh sekedar materi yang hanya bersifat sementara.

Semua makhluk hidup didunia ini semakin rendah tingkatan hidupnya maka semakin rendah tingkat ketergantungan terhadap induknya. Pada mamalia, ketergantungan pada induk sangat tinggi karena selain daripada naluri, anak-anak mamalia juga belajar dari pengetahuan dan pengalaman induknya supaya bisa bertahan hidup. Manusia sebagai tingkatan tertinggi makhluk hidup di dunia ini amat sangat tergantung dari kearifan ibunya (orangtuanya) dalam mempersiapkan si anak untuk memasuki dunia dewasa. Anak-anak pada usia 7 tahun masih dianggap "sangat muda" sedangkan anak mamalia usia 7 tahun sudah merupakan binatang yang "dewasa". Sebagai konsekuensi, otak anak-anak manusia akan merekam semua hal yang dilihat, didengar dan dirasakan kedalam memori mereka, karena dengan cara itulah proses mereka belajar menjadi dewasa.

Baca juga : Tips Cerdas Dalam Mengasuh dan Mendidik Anak

Banyak orangtua mengatakan kata-kata indah kepada anak, namun disaat yang bersamaan anak-anak melihat dengan mata dan merasakan dengan hati mereka sikap dan tindakan yang tidak terpuji : tidak sabar, agresif yang berlebihan, tidak adil, berpura-pura, dan banyak lagi. Hal ini akan mengakibatkan kebingungan dan konflik dalam diri seorang anak dan berakibat sebuah "penyimpangan", yang akan makin melebar dengan berjalannya usia. Itulah sebabnya pada masa kanak-kanak yang diisi oleh kekerasan, kekawatiran dan kecemasan akan menghasilkan anak remaja yang penuh masalah disekolah dan akhirnya bermuara kepada orang dewasa yang penuh masalah dalam karir dan lingkungan sosialnya.

Orangtua Hebat

Orangtua yang hebat mengerti hal-hal ini oleh karena itu mereka membuka diri dan memberikan diri mereka kepada anak-anak sesuatu yang tidak akan dilupakan oleh anak-anak mereka, sebuah contoh nyata yang bisa mereka tiru dan kenang sepanjang hidup mereka. Seorang teladan. Karena memang itulah yang diperlukan anak-anak, mereka tidak butuh "raksasa" yang perkasa dan sempurna, tapi mereka butuh seorang manusia biasa yang mengerti diri kecil mereka. Banyak anak-anak merasa terlalu kecil karena orangtuanya tidak pernah memegang tangan mereka dan menggandeng mereka melewati masa-masa sulit, dan membuat mereka mengerti bahwa orangtua mereka dulupun pernah mengalami proses kesulitan yang sama.

Para orangtua, beranikah anda menceritakan diri anda, kegagalan dan kesuksesan anda, kesedihan dan kegembiraan anda, harapan dan ketakutan anda? Karena tawa dan tangis dan pelukan anda jauh lebih berharga daripada seluruh harta yang anda tinggalkan untuk anak-anak anda.

0 komentar