Kenali Tipe Anak dalam Meningkatkan Kemampuannya Bersosialisasi


Kenali Tipe Anak dalam Meningkatkan Kemampuannya Bersosialisasi

Kenali Tipe Anak dalam Meningkatkan Kemampuannya Bersosialisasi - Pada dasarnya setiap anak adalah berbeda dan unik, karena kemampuan setiap anak baik secara fisik, kognitif, emosi, psikososial dan bersosialisasi berbeda-beda. Hal ini dapat disebabkan karena orangtua tidak mengenal dan memahami perilaku serta tingkah laku si anak. Dalam meningkatkan kemampuan anak bersosialiasi dan bermasyarakat sangat berkaitan dengan kemampuan psikososialnya. Untuk itu orang tua perlu untuk melakukan kegiatan-kegiatan atau hal-hal yang dapat meningkatkan kemampuan sosialisasi si anak.

Dalam buku "Mendidik dengan Cinta" karangan Irawati Istadi, terdapat 3 tipe perilaku anak sebagai berikut :

1. Tipe Mudah

Anak dengan tipe ini, biasanya mudah bergaul, berani, menyenangkan, lincah dan suka tantangan. Anak dengan tipe ini cenderung berbicara apa adanya, aktif dan banyak bicara. Anak dengan tipe ini sangat mudah untuk bersosialisasi dan si anak tidak akan mengalami hal-hal yang dapat menghambat proses bermasyarakatnya. Orangtua hanya harus mengarahkan kepada si anak bagaimana berperilaku yang baik dalam bermasyarakat.

2. Tipe Perlu Pemanasan

Anak dengan tipe ini biasanya berhati-hati terhadap lingkungan baru, tetapi tidak penakut. Dia cenderung membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Biasanya setelah beberapa waktu, dia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Keberaniannya dan percaya dirinya juga timbul dan dapat bersikap seperti anak-anak dengan tipe mudah.

Baca juga : Cara Mengatasi Kecemasan Anak yang Tidak Menyukai PR Sekolah

Dengan orang yang belum dikenalnya, biasanya dia akan diam saja. Tetapi setelah kenal, dia akan segera akrab dengan orang tersebut. Anak dengan tipe seperti ini harus diarahkan, disemangati dan dimotivasi, sebaiknya sebelum mengajak si anak ini ke lingkungan yang baru, si orangtua dapat memberi pengertian dan gambaran mengenai lingkungan yang akan dia masuki, sehingga si anak tidak terkejut.

3. Tipe Sulit

Anak dengan tipe ini cenderung pemalu, pasif dan penakut, mudah diatur dan dikendalikan, karena sangat bergantung pada orangtua dan pengasuhnya. Dia memiliki rasa takut dan rasa khawatir yang berlebihan bila berada di lingkungan yang baru. Apabila disapa, lebih sering memilih menghindar atau berlindung di balik orangtuanya. Cara mengatasinya adalah dengan memberikan motivasi dan pengertian yang dapat meningkatkan keberanian si anak tersebut.

Sebenarnya, pada dasarnya anak-anak dapat berperilaku dan bersosialisasi dengan baik di masyarakat, hanya saja bagaimana orang tua berupaya untuk mengasah kemampuan psikososial si anak. Ajak lah anak untuk sering berkomunikasi, seperti tanyakan apa masalah yang membuat si anak menangis dan arahkan supaya si anak menemukan solusinya. Latihlah sikap peka dan empati si anak terhadap lingkungannya, sehingga si anak mempunyai rasa empati yang tinggi terhadap lingkungannya.

Demikian ulasan dari saya, semoga dapat membantu, sampai ketemu di ulasan selanjutnya. Terima kasih.

0 komentar