Dampak Kekerasan Pada Anak yang Harus Para Orangtua Perhatikan


Dampak Kekerasan Pada Anak

Dampak Kekerasan Pada Anak – Kita sebagai orangtua pasti menginginkan perkembangan fisik dan psikis anak kita berkembang dengan baik, oleh karena itu kita pasti memikirkan dengan benar metode dan cara dalam menanggulangi segala macam permasalahan pada anak.

Namun walau begitu terkadang secara tidak disadari kita melakukan kekerasan pada anak kita dan berdampak tidak baik pada perkembangan fisik dan psikis anak kita. Hal ini perlu kita sadari dan perbaiki pola asuh kita pada anak demi perkembangan anak yang baik.

Berikut ini beberapa hal kekerasan pada anak dan dampaknya yang perlu kita ketahui :

1. Penyiksaan Fisik

Penyiksaan fisik ini biasanya berupa pukulan, tendangan, tamparan, sundutan rokok atau lainnya yang akan berdampak pada luka fisik pada anak. Terkadang orangtua beralasan hal ini dilakukan untuk menegakkan disiplin terhadap anak, namun yang terjadi orangtua karena tersulut emosi malah menjadi kebablasan hingga berakhir kekerasan fisik.

Hal ini perlu dihindari karena kekerasan fisik akan berdampak dapat melukai tubuh si anak dan juga akan berpengaruh terhadap psikis anak seperti anak menyimpan rasa dendam, merasa tidak nyaman ketika berada dengan orang tua dan lainnya.

Baca juga : Cara Mendidik Anak Agar Mau Belajar dan Tidak Malas

2. Penyiksaan Emosional

Kekerasan anak dengan penyiksaan emosional ini biasanya secara fisik anak akan merasa baik-baik saja tetapi secara psikis si anak akan merasa tertekan, defresi dan lainnya. Ada beberapa bentuk penyiksaan emosional pada anak, yaitu :
  • Tidak diperhatikan
Penyiksaan emosional ini dilakukan oleh orangtua yang tidak bisa memberikan kasih sayang yang cukup terhadap anak atau juga mengacuhkan anak. Biasanya hal ini dilakukan orangtua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan dan urusannya, dia tidak sadar bahwa anak juga sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian orangtua.
  • Penolakan
Kekerasan emosional ini biasanya terjadi karena orangtua tidak menerima keadaan kekurangan fisik pada anak seperti pada anak cacat fisik atau mental. Anak yang merupakan anugerah dari Alloh seharusnya dapat diberikan kasih sayang walau dengan kondisi apapun, bukan malah dijauhkan atau diasingkan karena kondisi kekurangannya.
  • Pembiaran
Anak yang melakukan kesalahan dan dibiarkan oleh orangtua juga merupakan bagian dari penyiksaan emosional dikarenakan anak yang seharusnya dididik dan diajari jika melakukan kesalahan untuk tidak diulangi lagi. Karena jika dibiarkan si anak akan terus menerus melakukan kesalahannya dan menganggap kesalahannya itu benar.
  • Ancaman
Ancaman terkadang dilakukan orangtua pada anaknya agar mau menuruti kemauan orangtua, padahal dengan ancaman atau kekerasan verbal lainnya justru berdampak tidak baik pada anak karena akan membuat anak menjadi tertekan dan tidak kreatif. Isolasi Bentuk kekerasan pada anak ini bisa berupa orangtua yang terlalu melarang anaknya untuk berinteraksi dengan teman seusianya dan menyuruh anaknya tidak boleh bermain diluar rumah.

3. Penyiksaan Seksual

Penyiksaan seksual ini sudah jelas dampaknya sangatlah tidak baik bagi perkembangan anak. Dan hal ini selain berdampak terhadap anak juga melanggar hukum Perlindungan Anak.

4. Pengabaian Anak

Bentuk dari pengabaian anak ini berupa pembiaran ketika anak sedang sakit yang tidak langsung ditangani dan dibawa ke dokter. Hal ini juga menjadi bagian dari kekerasan terhadap anak yang akan berdampak membahayakan pada jiwa si anak jika sakitnya membahayakan.

Oleh karena ini kita sebagai orangtua sudah selayaknya memberikan pendidikan kepada anak dengan baik dan penuh kasih sayang agar terhindari terjadinya kekerasan pada anak yang justru berdampak tidak baik pada perkembangan fisik dan psikis anak kita.

0 komentar