Dampak Buruk Terjadinya Kekerasan Verbal Pada Anak


Kekerasan Verbal Pada Anak

Kekerasan Verbal Pada Anak merupakan kekerasan yang dilakukan oleh seseorang kepada anaknya dengan tidak melukai fisik tetapi melukai perasaaan dengan menggunakan perkataan yang tidak baik dan kasar. Kekerasan Verbal pada anak biasanya dilakukan oleh orang yang lebih dewasa atau oleh teman sebayanya atau yang biasanya disebut bullying. Kekerasan verbal ini sangat tidak baik bagi perkembangan emosional anak karena dia akan terus menyimpan memori yang tidak membuatnya nyaman tersebut.

Awalnya mungkin orangtua atau guru tidak berniat melakukan kekerasan verbal pada anak, namun karena pemilihan kata yang tidak tepat dalam menasehati si anak justru malah berdampak tidak baik. Berikut ini beberapa contoh perkataan yang bisa menjadi kekerasan verbal pada anak, yaitu :
  • Kok kamu bodoh, sampai tidak bisa mengerjakan soal itu.
  • Kamu memang tidak becus melakukan apa yang Ibu suruh.
Beberapa contoh diatas mungkin dilakukan orangtua dengan maksud baik namun dilakukan dengan cara yang tidak baik sehingga justru malah melukai perasaan anak. Contoh kekerasan verbal lainnya adalah seperti bully yang dilakukan oleh teman sebaya nya dengan cara melecehkan, merendahkan atau menghina.

Terdapat beberapa dampak kekerasan pada anak yang akan terjadi jika kekerasan verbal dan bullying ini dibiarkan saja dan yang dikhawatirkan trauma tersebut akan terbawa hingga anak menjadi dewasa. Oleh karena itu kita perlu menyadari jika anak kita mengalami satu atau beberapa dari sikap di bawah ini agar kita dapat mencari dan memberikan solusi terbaik untuk perkembangan yang baik untuk anak kita.

Beberapa sikap yang mungkin terjadi pada anak yang mengalami kekerasan verbal adalah :
  1. Kreatifitas Anak Akan Berkurang
  2. Prestasi anak akan menurun baik dirumah dan sekolah
  3. Hilangnya kepercayaan diri anak
  4. Kecemasan pada anak
  5. Muncul sikap tidak berdaya pada anak
  6. Sulitnya bergaul dengan sebaya
  7. Muncul sikap agresif sebagai perlindungan dirinya
Pada umumnya anak-anak yang mengalami kekerasan verbal akan terjadi perbedaan emosi dan sikap, seperti prestasi yang menurun, lebih menyendiri atau hal lainnya. Orangtua harus benar-benar bisa memahami perbedaan sikap anaknya tersebut agar dapat memperbaiki pola pendidikannya agar tidak terulang kembali kekerasan verbal pada anak.

Lalu bagaimana anak kita sudah terlanjur mengalami kekerasan verbal tersebut ? Yang perlu dilakukan oleh orangtua adalah
  • Menyadari dan tidak mengulangi kesalahannya tersebut
  • Rakul kembali anak kita dengan memberikan kasih sayang yang baik
  • Tumbuhkan kembali kepercayaan diri anak kita
  • Konsultasi dengan dokter anak/psikolog jika masih sulit menangani perubahan sikap tersebut
Diharapkan dengan melakukan solusi pada pada anak yang mengalami kekerasan verbal ini, kita dapat sedini mungkin memperbaiki trauma yang dialami pada anak agar tidak terbawa hingga dia beranjak di usia dewasa.

0 komentar