Jenis Penyakit dan Gangguan Kesehatan Yang Sering Menimpa Balita


Tahukah bunda apa saja jenis penyakit dan gangguan kesehatan yang sering menimpa balita? Seperti kita tahu bahwa tubuh seorang bayi atau balita yang masih mungil belum memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh sebaik orang dewasa. Mereka masih sangat rentan terserang berbagai macam penyakit dan gangguan kesehatan lainnya. Sebuah penyakit sering menjadi serius dan menyerang buah hati kita dalam waktu yang cepat. Jika orang dewasa terserang sebuah penyakit dalam beberapa hari atau beberapa minggu, penyakit yang sama dapat menyerang anak hanya dalam hitungan hari atau jam saja.

Sangat penting bagi setiap orangtua untuk memperhatikan tanda-tanda atau gejala penyakit yang dapat menimpa buah hati mereka. Tindakan pertolongan yang cepat dan tepat tentunya akan mendukung kesehatan, kesembuhan dan keselamatan sang balita.

Gangguan Kesehatan Balita

Dan berikut ini adalah beberapa jenis penyakit dan gangguan kesehatan yang dapat menimpa seorang bayi atau balita yang perlu diketahui oleh para orangtua supaya di dalam merawat buah hati bisa lebih hati-hati dan waspada :

1. Malnutrisi atau Kurang Gizi

Gangguan kesehatan ini dialami anak karena anak kurang mendapat asupan gizi yang cukup. Kurang gizi pada anak dapat disebabkan karena anak tidak mendapat cukup makan, entah itu karena faktor dari orangtuanya atau memang karena anak susah makan. Selain itu kandungan juga disebabkan rendahnya kandungan kandungan gizi dalam makanan yang diberikan serta makanan yang terlalu banyak mengandung serat dan air. Kekurangan gizi pada anak dapat menyebabkan berbagai permasalahan kesehatan seperti :

• Pertumbuhan Lambat
• Perut Bengkak
• Tubuh Sangat Kurus
• Kehilangan Nafsu Makan
• Kekurangan Energi
• Pucat dan Anemia
• Luka di Sudut-sudut Mulut
• Rentan Terserang Infeksi
• Berat Badan Tidak atau Sulit Bertambah
• Rambut Menipis dan Rontok
• Serta Kecerdasan Yang Tidak Berkembang

Dampak kekurangan gizi atau malnutrisi pada anak sangatlah fatal dan dapat bersifat permanen. Untuk mencegah kekurangan gizi pada anak setiap orangtua harus memperhatikan kandungan nutrisi pada makanan anak dan pastikan kandungan nutrisi tersebut sesuai dengan kebutuhan anak. Perhatikan jumlah kalori, protein, lemak, vitamin dan mineral yang diberikan. Nutrisi anak akan tercukupi jika orangtua berpatokan pada menu makanan empat sehat lima sempurna.

2. Diare

Diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan frekuensi buang air besar yang terlalu sering, biasanya lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak. Diare dapat menyebabkan dehidrasi. Keadaan dapat diperparah dengan disertai muntah sehingga buah hati semakin mengalami dehidrasi.

Anak yang mengalami diare membutuhkan lebih banyak cairan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang melalui muntah dan tinja. Pemberian cairan harus dilakukan sedikit demi sedikit, namun dalam frekuensi yang sering. Oralit sangat membantu mengatsi diare pada anak. Anak yang masih menyusu harus diberikan ASI sebanyak dan sesering mungkin.

3. Demam

Anak dikatakan demam jika suhu tubuhnya lebih dari 37,5°C. Demam pada anak jangan pernah dipandang sebelah mata. Demam tinggi (lebih dari 39°C) dapat menyebabkan kejang bahkan kerusakan otak pada anak. Untuk cara menurunkan demam pada anak sendiri bisa dilakukan dengan cara mengompres badan dan lipatan tubuh anak dengan air hangat jangan dengan air dingin karena bisa menyebabkan pengerutan pembuluh darah. Kemudian yang perlu dilakukan adalah memberikan cukup minum untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, memberikan obat penurun panas dan memberinya istirahat yang cukup.

4. Kejang

Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa demam tinggi dan dehidrasi dapat menyebabkan kejang pada anak. Intensitas dan lama kejang yang terjadi pada anak dapat bervariasi, dari beberapa detik hingga puluhan menit. Kejang tidak boleh berlangsung lama karena dapat merusak sel otak. Sekali anak mengalami kejang maka ada kemungkinan akan terulang. Setiap orangtua harus mempersiapkan pencegahan kejang jika sang anak pernah mengalaminya.

5. Anemia

Seperti halnya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami anemia, dimana anemia ini terjadi karena anak kekurangan zat besi. Anemia pada anak dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu anemia juga dapat berpengaruh terhadap aktivitas dan perkembangan kecerdasan anak. Selain disebabkan karena kekurangan zat besi anemia juga dapat disebabkan infeksi usus kronis, cacingan dan malaria.

Itulah diantara beberapa jenis penyakit dan gangguan kesehatan yang sering menimpa para balita. Selain yang sudah disebutkan diatas sebenarnya masih banyak lagi yang lain seperti cacingan, pilek, masalah kulit dan yang lainnya. Hal terpenting yang harus dilakukan oleh para orangtua agar anak terhindar dari berbagai penyakit tersebut adalah dengan selalu menjaga kebersihan, kesehatan dan memberikannya gizi yang cukup dan seimbang untuk mendukung proses tumbuh kembangnya.

0 komentar